8 Jun 2026
Berita
Interport Sandikala VII Embarks on Its Maiden Voyage from Surabaya to Balikpapan
Jakarta, 4 Juni 2026 – Interport Sandikala VII resmi mengawali pelayaran perdana (maiden voyage) dengan rute keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Balikpapan pada 4 Juni 2026. Kapal ini berlayar dengan estimasi waktu tempuh perjalanan selama 4 hari.
Interport Sandikala VII merupakan armada semi-container terbaru yang dimiliki oleh salah satu anak usaha Interport, Interport Dirandra Syandana (INDIS). Kapal berbendera Indonesia ini dirancang untuk dapat mengangkut kontainer & general kargo dengan fleksibilitas ruang muat yang optimal sehingga dapat menjangkau ke wilayah perairan nusantara yang memiliki karakteristik yang beragam. Kapal ini dapat menampung 12 awak kapal yang mendukung operasional pelayaran secara optimal.
Kapal ini memiliki panjang 67,2 meter dan lebar 13,3 meter, berkapasitas muat hingga 1.400 DWT (Deadweight Tonnage) dan dapat mengangkut 107 TEUs jika difungsikan 100% untuk kontainer. Atau mampu mengangkut beban hingga 1.200 ton jika difungsikan 100% untuk muatan kargo breakbulk. Dengan water draft yang tergolong dangkal yakni hanya 3,2 meter sehingga kapal ini sangat ideal dan aman untuk berlayar di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan lebar sungai dan kedalaman air.
Dalam kesempatannya, direktur INDIS, Yusuf Indrawarman menyampaikan bahwa pelayaran perdana Sandikala VII menjadi momen yang membanggakan bagi Interport. Kapal ini hadir untuk menjawab kebutuhan operasional di wilayah yang sulit dijangkau, khususnya bagi industri pertambangan yang membutuhkan solusi logistik yang lebih fleksibel dan andal.
Kapal ini telah bersertifikasi kelayakan teknis kapal yang diterbitkan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero). Dengan spesifikasi tersebut memperkuat komitmen Interport dalam menghadirkan layanan logistik dan pelayaran yang fleksibel, andal, dan terpercaya di berbagai wilayah di Indonesia.
Interport Sandikala VII dilengkapi dengan Marine Crane Liebherr berkapasitas angkat hingga 40 ton yang memungkinkan proses bongkar muat dilakukan secara mandiri serta mendukung penanganan berbagai jenis kargo. Terdapat juga sistem penggerak Azimuth Thruster, yang memberikan manuverabilitas dan kelincahan tingkat tinggi saat berlayar di perairan sempit maupun saat proses sandar. Turut dibekali dengan berbagai sistem navigasi dan komunikasi modern, termasuk GMDSS dengan Ship Security Alert System (SSAS), radar, GPS, AIS, satellite compass, serta perangkat komunikasi VHF dan MF/HF radio yang memungkinkan Interport Sandikala VII sebagai armada yang dapat mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran.
Kombinasi kapasitas angkut yang besar, dimensi kapal yang compact, serta kemampuan bongkar muat mandiri menjadikan Interport Sandikala VII sebagai logistik yang kuat dan kompetitif bagi berbagai sektor Industri. Armada ini dinilai sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok perusahaan-perusahaan di sektor energi dan mineral serta berbagai proyek strategis lainnya yang khususnya berlokasi di wilayah hulu maupun daerah-daerah yang memiliki infrastruktur pelabuhan yang terbatas.
Melalui pelayaran perdana Interport Sandikala VII ini, Interport semakin mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas maritim Indonesia dan menghadirkan layanan logistik yang fleksibel, aman, dan efisien untuk setiap sektor industri.